Pelajaran dari Ruang Terapi

Oleh : Kak Suminta, C.Ht.

Kini perkembangan ilmu pengetahuan termasuk yang membahas masalah kesehatan semakin mendekatkan motede barat yang logis rasional dengan pendekatan timur yang natural instuitif. Untuk mudahnya, ddengan metode kedokteran barat, jika kita sakit maka dengan mudah bisa menggunakan obat farmasi atau pembedahan untuk mengatasinya, dalam banyak hal ini hanya memberikan jawaban sementara karena permasalahan bisa kembali timbul, karena penyebab sesungguhnya tidak pernah diatasi dengan benar.

Sementara itu pendekatan timur terhadap kesehatan, adalah dengan cara menyatu dengan alam, dan menginsafi bahwa keberadaan manusia tidak terlepas dari komunikasi dengan lingkungan dan alam yang mengitarinya, maka intervensi penyelesaian masalah dilakukan dengan menyeimbangkan unsur-unsur yang tak berimbang di makrokosmos dan mikrokosmos. masalahnya jika dilakukan dengan pemahaman yang kurang, maka akan menjurus pada ketidak ajegan atau inkonsistensi, karena penggunaan instuisi yang tidak kompeten.

Perpaduan dua pendekatan itulah yang kini sedang banyak dilakukan secara serius, misalnya pendekatan berbagai negara di Timur untuk mensistematiskan metode penyelesaian masalah kesehatan, seperti penelitian dan pembakuan Yoga di India, atau pembakuan akupuntur dan Tai Chi di China, dan berbagai metode lain di dunia timur terus digalakkan dengan menyandingkannya dengan metode ilmiah dan riset milik barat, sementara itu di barat mulai digunakan metode timur sebagai alternatif dan komplementer untuk dunai kesehatan.

Salah satu perpaduan yang sangat menarik adalah soal proses penuaan dan konsekwensinya. dalam metode di barat selama ini disebutkan bahwa lemak dan kolesterol menjadi penyebab dari penumpukan, dan penyumbatan di pembuluh darah manusia, di sisi lain, terjadinya penurunan kulitas kesehatan seiring dengan bertambahnya usia, juga disertai dengan penurunan jumlah dan kualitas testosteron, hormon yang diidentikkan dengankebugaran kaum lelaki. Namun kini mulai terkuak bahwa jat gula lah yang mengikat kolesterol dan asam urat tadi sehingga terjadi penyumbatan di pembuluh darah tadi.

Dalam metode timur, yang lebih ditekankan adalah pada perilaku dan pola pikir dan pola makan. Dalam perilaku, misalnya dalam berbagai pengajaran diingatkan tentang bahaya mengumbar syahwat seksual. Dalam metode qi gong malah dengan jelas disebutkan bahwa energi seks adalah energi fital yang tak boleh dihamburkan, kecuali jika di masa usia tua bahkan menengah siap dengan resiko menurunnya tingkat kesehatan yang cukup drastis. Pola pikir dan pola makan, sehingga tidak berlebihan, yang dalam dunia modern banyak mengakibatkan obesitas, sebagai pintu masuk berbagai penyakit dan penuaan dini.

Dua pendekatan tadi hanya salah satu contoh, bagaimana jika keduanya disatukan akan menghasilkan sebuah metode yang santa konfrehensif sebagai metode holistik dalam menjaga dan mengatasi masalah kesehatan. Sementara itu kedua metode tadi bekerja saling melengkapi baik dalam pencegahan maupun pengobatan yang menghasilkan motode yang holisti. Saat dipraktekan sebagai gaya hidup sehat dengan perpoduan tadi maka lahirlah gaya hidup positif dan sehat yang kini banyak dipelajari, dibukukan dan dipraktekan untuk kesejahteraan umat manusia hari ini dan esok