Oleh : Kaka Suminta

Secara resmi Indonesia mengakui adanya virus corona yang menjadi penyebab pandemik COVID-19 pada awal Maret 2020, namun dari beberapa studi menyebutkan bahwa kemungkinan besar penyakit ini suda ada sejak alat tahun 2020. Efek sosial ekonomi juga pada individual sangat dirasakan oleh masyarakat ketika pemerintah menerapkan pembatasan fisik dan sosial, karena beberapa kegiatan masyarakat seperti perkantoran, pendidikan dan kegiatan ekonomi lainnya mulai dibatasi dan dalam keadaan tertentu diterapkan dengan sangat ketat, sehingga Kota Jakarta dan beberapa kota lainnya di tak bisa diakses dari wilayah lain.

Akibat dari penerapan pembatasan fisik dan pembatasan sosial tadi, maka pergerakan dan interaksi manusia menjadi terhambat, yang kemudia mengakibatkan gangguan secara psikologis dan hadirnya kekhawatiran dalam hal pemenuhan kebutuhan ekonomi dan kebutuhan hidup lainnya, inilah yang dalam kebijakan pemerintah serta kesadaran masyarakat sendiri tidak menanda patokan perhatian yang cukup, untuk dapat mengatasi masalah gangguan psikologis dan kekhawatiran akan kebutuhan ekonomi dan kebutuhan hidup lainnya.

Beberapa contoh yang bisa dirasakan oleh hampir setiap orang terkait dengan dua masalah yang berpusat pada kesehatan mental tadi misalnya soal bekerja di rumah untuk orang dewasa dan belajar di rumah untuk anak-anak peserta didik dan mahasiswa. Ketika rumah menjadi pusat kegiatan bersama berbasis kegiatan dari rumah tadi, maka interaksi antar anggota keluarga menjadi sangat intens dan bisa menimbulkan gesekan emosi antara anggota keluarga yang tidak biasa terjadi, belum lagi oral kekhawatiran akan kebutuhan ekonomi yang mengalami pelambatan dan juga bisa mengalami kemandekan dan kemacetan pendapatan yang menimbulkan tekanan psikis individu maupun keluarga dan sosial.

Pada saat yang bersamaan ketika masyarakat memerlukan bantuan psikolog atau konseling karena tekanan psikologi dan sosial tadi, keterbatasan tenaga psikolog dan kesehatan mental yang sangat terbatas ditambah dengan masalah pembatasan sosial, sehingga pemberian bantuan konseling atau sejenisnya untuk meringankan beban psikologis masyarakat menjadi sulit didapatkan oleh sebagian besar masyarakat. Pembatasan sosial yang sudah berlangsung hampir selama satu semester dengan kekhawatiran ekonomi yang semakin meningkat memerlukan jalan keluar dari sisi kesehatan mental individu dan masyarakat.

Mengingat permasalahan dan kendala yang dihadapi individu dan masyarakat di masa pandemik terkait dengan ancaman kesehatan mental akibat pembatasan sosial dan kekhawatiran akan masalah ekonomi tadi, serta terkendalinya bantuan konseling untuk memberikan layanannya yang juga terkendala oleh pembatasan sosial tadi, maka perlu jalan keluar untuk memberikan kemampuan masyarakat memahami masalah psikisnya sekaligus melakukan pemulihan, bahkan bantuan diantara anggota keluarga dan masyaratakat lainnya. Kesehatan mental justru lebih dibutuhkan dalam masa pandemik ini, dibandingkan dengan kondisi normal.

Dengan demikian tantangan yang kita hadapi adalah bagaimana merumuskan metode dan teknik Self healing yang sederhana yang dapat dipelajari dan diterapkan masyarakat, sekaligus menjadi cara yang efektif untuk memahami kondisi mental secara mandiri, sekaligus untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi yang semakin berat dimasa pandemik ini untuk sebagian besar orang. Dengan metode dan teknik demikian, maka kita akan bisa melewati bersama masa pandemik ini dengan lebih ringan dan sehat tentunya.

Tentu merumuskan metode dan tekni self healing demikian tidaklah mudah, karena dalam hal kesehatan mental ada banyak pendapat tentang metode dan teknik bahkan paradigma yang dianut berbagai ahli di dunia, sehingga yang bisa kita lakukan adalah dengan memulai penerapan metode dan teknik sederhana dari berbagai pandangan tadi, tidak perlu saling menunggu, di sisi lain diperlukan kesadaran individu dan masyarakat untuk terlibat dalam agenda penyehatan mental bersama tadi, melalui keterlibatan dan kesediaan untuk menerapkan teknik dan metode yang ada, serta melakukan penilaian atas proses dan hasilnya.

Melalui cara itulah maka upaya untuk saling membantu dengan menerapkan penyehatan dan penyembuhan mandiri dengan teknik sederhana dan efektif akan bisa dilakukan, sehingga di masa pandemik ini selain kesiapan bidang kesehatan dan ekonomi yang perlu dilakukan adalah penguatan dari sisi kesehatan mental, yang pada gilirannya akan menjadi modal sosial baik selama krisis, bahkan akan berimbas positif pasca pandemik.