Oleh : Kaka Suminta

Founder Pancalaras.

Pada dasarnya hampir dalam setiap budaya dalam peradaban umat manusia,. selalu ada sisi fisik dan sisi non fisik. Bahkan serasional apapun masyarakat di negara maju, selalu menyisakan sisi non fisik ini. Ambil contoh di masyarakat Inggris kita mengenal pemahaman dan praktek kehidupan non material, dari film yang mereka buat kita tahu betapa manusia di manapun tak lepas dari kedua sisi itu.

Jika melihat negeri kita Indonesia, maka kita akan menemukan kekayaan khasanah budaya spiritual, baik yang dikaitkan dengan praktek keagamaan maupun yang berdiri sendiri sebagai bagian dari pola hidup masyarakat timur yang memang kaya dengan kehidupan non fisik. terlepas apakah orang memahami, mempercayai ataupun tidak, kenyataannya femomena demikian tetap marak di masyarakat, termasuk penyalahgunaanya.

Sebagaimana judul tulisanm ini, saya akan lebih membahas salah satu fenomena non fisik yang biasa disebut subtle energi, khususnya subtkle energi Pancalaras, yang sebanrnya lebih merupakjanb sebuah sistem pola pikir, pandang dan laku yang salah satunya dengan mengembangkan subtle energi tadi. Subtle energi tersebut hadir sebagai salah astu sarana untuk sistem Pancalaras, yang saat digabung dengan fenomena kehidupan lainnya yakni fisik, pikir dan rasa menjadi sebuah sistem yang menyatu dan bisa menjadi sebuah kemampuan, cara pandang dan cara laku bagi praktisinya.

Pemanfaatan Pancalaras bagi praktisinya bisa digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari membangun kepribadian, membangun hubungan dengan sesama dan alam, dan secara praktis misalnya bisa digunakan untuk self healing atau membantu masalah untuk sesama, misalnya untuk masalah penyakit fisik, psikis atau masalah kehidupan, dengan begitu banyak jenis dan macam permasalahannya, tentu saja setelah sang praktisi memiliki kemampuan yang disyaratkan untuk menguasai Pancalaras.

Kendati Pancalaras termasuk subtlke energi, tetapi pemahaman dan penguasaannya dilakukan secara ilmiah, sebagai hasil dari pembelajaran dan dan penyimpulan yang saya lakukan dari proses dan praktik yang saya lakukan serta masukan dari guru dan kawan, sampai menjadi sebuah sistem pembelajan dan praktek yang teruji. Pancalaras sangat menunjang untuk dikombinasikan dengan pengetahuan dan keahlian setiap orang misalnya untuk poenyembuh, pebisnis, pesohor atau profesi lainnya, dengan cara memperkuat kemampuan praktisinya dalam menjalani profesinya.

Dari namanya kita bisa memahami bahwa Pancalaras adalah sebuah sistem kesadaran yang terdiri dari lima unsur atau langkah, atau teatnya sikap yang dipraktekan, mulai dari kesadaran diri sampai kesadaran superfisial yang berkaitan dengan keberadaan kita di semesta raya. Pada dasarnya Pancalaras bisa dipelajari dan dipraktekan oleh siapapun orang yang memiliki kesadaran dan kecerdasan rata-rata, tetapi tentunya setiap orang akan memiliki karakteristik dan dalam hal tentu kadar kesadaran dan kepekaan yang berbeda dalam mempelajari dan mempraktekan Pancalaras.

Demikian Penjelasan singkat Pancalaras yang diharapkan akan dapat memberi pemahaman umum bagi pembaca. Dengan maksud untuk berbagi, Pancalaras ini akan didesiminasikan kepada khalayak, dengan maksud untuk dapat memberikan manfaat bagi prajktisinya sekaligus untuk pengembangan lebih jauh Pancalaras sendiri.